Clock

Senin, 24 November 2014

Hiking Santai Mt. Papandayan 2665 mdpl (Travelling 4)

Saat kamu berada di ketinggian kamu akan tau, betapa kecilnya kamu dari atas sana. Dan saat kamu berada di bawah, kamu akan tau bahwa betapa luasnya alam yang tercipta di negeri kita Indonesia.

Gunung Papandayan sudah tidak asing. Tak pernah terfikirkan bisa menapaki kaki di Gunung yang sangat indah . Jalan bebatuan, tebing, rumput dan pepohonan masi sama seperti dulu.

Gunung Papandayan adalah gunung api strato[2] yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut itu terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung.
Pada Gunung Papandayan, terdapat beberapa kawah yang terkenal. Di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya.
Topografi di dalam kawasan curam, berbukit dan bergunung serta terdapat tebing yang terjal. Menurut kalisifikasi Schmidt dan Ferguson termasuk type iklim B, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/thn, kelembaban udara 70 – 80 % dan temperatur 10 ยบ C.
 
Daya tarik Wisata Beberapa lokasi yang menarik dan sering dikunjungi wisatawan diantaranya: • Kawah Papandayan Merupakan komplek gunung berapi yang masih aktif seluas 10 Ha. Pada komplek kawah terdapat lubang-lubang magma yang besar maupun kecil, dari lubang-lubang tersebut keluar asap/uap air hingga menimbulkan berbagai macam suara yang unik. • Blok Pondok Saladah Merupakan areal padang rumput seluas 8 Ha, dengan ketinggian 2.288 meter di atas permukaan laut. Di daerah ini mengalir sungai Cisaladah yang airnya mengalir sepanjang tahun. Lokasi ini sangat cocok untuk tempat berkemah. • Blok Sumber Air Panas Letaknya di perbatasan Blok Cigenah, sumber air panas ini mengandung belerang dan berhasiat dalam penyembuhan penyakit kulit terutama gatal-gatal. Secara keseluruhan kawasan ini memiliki panorama alam yang indah dengan lingkungan yang relatif masih utuh dan alami yang ditunjang dengan kesejukan udara. Kegiatan Wisata Alam yang dapat dilakukan : 1. Menikmati keindahan dan keunikan alam 2. Lintas alam 3. Berkemah 4. Memotret 5. Mandi air yang mengandung belerang, untuk pengobatan penyakit kulit.
 
Dalam catatan sejarah, Gunungapi Papandayan tercatat telah beberapa kali meletus diantaranya pada 12 Augustus 1772, 11 Maret 1923, 15 Agustus 1942, dan 11 November 2002[4]. Letusan besar yang terjadi pada tahun 1772 menghancurkan sedikitnya 40 desa dan menewaskan sekitar 2957 orang. Daerah yang tertutup longsoran mencapai 10 km dengan lebar 5 km[5].
Pada 11 Maret 1923 terjadi sedikitnya 7 kali erupsi di Kawah Baru dan didahului dengan gempa yang berpusat di Cisurupan. Pada 25 Januari 1924, suhu Kawah Mas meningkat dari 364 derajat Celsius menjadi 500 derajat Celcius. Sebuah letusan lumpur dan batu terjadi di Kawah Mas dan Kawah Baru dan menghancurkan hutan. Sementara letusan material hampir mencapai Cisurupan. Pada 21 Februari 1925, letusan lumpur terjadi di Kawah Nangklak. Pada tahun 1926 sebuah letusan kecil terjadi di Kawah Mas.
Sejak April 2006 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Papandayan ditingkatkan menjadi waspada, setelah terjadi peningkatan aktivitas seismik. Pada 7-16 April 2008 Terjadi peningkatan suhu di 2 kawah, yakni Kawah Mas (245-262 derajat Celsius), dan Balagadama (91-116 derajat Celsius). Sementara tingkat pH berkurang dan konsentrasi mineral meningkat. Pada 28 Oktober 2010, status Papandayan kembali meningkat menjadi level 2.

 Bersama mereka temen baru, menjadi sabahat dan jadilah kami menjadi sebuah keluarga.

Kebersamaan yang menjadikan kami semua semakin dekat, lebih mengerti dan mengenal satu sama lain. Kekompakan sangat di utamakan dalam suatu team bukan.

Bersama kita mendaki gunung yang sangat indah bagiku. Pemandangan yang luar biasa. Tracking yang begitu bersahabat. Seakan jatuh cinta pada gunung ini.

Kata orang, pada saat mendaki gunung kamu akan tau sifat asli orang tersebut (MITOS) . Melihat sifat asli seseorang tidak harus mendaki kok . Kembali pada pribadi masing-masing. Karena semua orang mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda.

Menjelajahi alam di sekitar kita, tidak ada salahnya. Lebih dekat dengan alam tidak ada ruginya bukan. Sesuatu yang harus kita jaga dan lestarikan juga. Aku cinta Indonesia.

Di saat semua orang tidak mampu mengerti apa yang kamu rasakan, bicaralah dengan alam. Alam mengerti walau tidak mampu menjawab semua keluh kesah . Setidaknya tau, bahwa alam senantiasa tidak pernah bosan dalam menemani.

Menikmati setiap detik, menit dan jam di alam cukup menenangkan suasana hati ini.







Kebersamaan yang membuat perjalanan ini serasa mudah dan cepat. Terima kasih sahabat.










 Indahnya kebersamaan ini.

Kita semua mampu menjadi orang sombong di luar sana. Tetapi tidak di sini. Apapun bahasamu, rasmu, sukumu, kita menyatu di sini tanpa kemunafikan. Merah Darahku, Putih Tulangku.

Malam menuju pagi. Pagi berganti siang. Siang mulai meredup, dan kami semakin erat.

Setelah Tracking santai sekitar 2 jam 30 menit sampailah kami di Pos II yang bernama GoberHood II

Tidak jauh lagi dari sini. Kami semua akan sampai di tempat Camping. Yaitu Pondok Saladah. Tracking sekitar 30 Menit menanjak . Perjalanan yang sangat mengasyikan. Bertemu dengan banyak orang, bertegur sapa . Inilah Indonesia, Negeri yang sangat ramah akan penduduknya.

Papandayan kini sudah terdapat 3 toilet dan bersih (GA HOAX)

Ini yang membuat kita semakin erat. Kekompakan team untuk membangun tempat istirahat kami. Saling membantu pastinya. Dan ada pelajaran baru bagi yang belum pernah membangun tenda sebelumnya.





 

Tenda sudah selesai di bangun. Lanjut makan siang dan FREE TIME!

Sebagian dari kami memutuskan menghabiskan waktu sore hari ini di Hutan Mati sambil mencari kayu bakar untuk api unggun malam nanti. Hutan Mati adalah hutan yang telah mati karena terkena lava pada saat papandayan mengeluarkan Isi perutnya.
 






 Perbincangan malam yang terasa sangat panjang, seakan kita tidak mau melewatkan 1 moment sedikit pun. Menikmati indahnya rembulan dan hamparan bintang di alam bebas inikah yang kita cari ?

Canda tawa selalu tercipta di sini. Terima kasih Tuhan untuk segala yag tercipta. Berkah alam ciptaanMu menyatukan kami semua. Inilah kebersamaan kami. Cerita kami.
 
.





  Malam Berganti Pagi. Tak lengkap rasanya jika tidak berburu Matahari Terbit. Ini sudah menjadi bagian yang HARUS WAJIB di lakukan.
 




Lanjut Tegal Alun, Hamparan Padang edelweiss. Sungguh Indah. Bukannya negeri kita ini sangat Indah. PERCAYALAH

Bukan ajang menunjukan bakat dan bersombong ria di sini. Tak perlu ada yang kamu sombongkan. Tak perlu ada kemunafikan di sini. Di sini adalah tempat dimana kamu harus mampu menjaga diri , teman , dan alam sekitar.

Waktu cepat berlalu, jangan pernah bosan menikmati alam. Di saat kamu sendiri kamu akan butuh alam yang menemani. Alam yang menangkan hati. Alam yang selalu memberikan senyuman.

 Terima kasih :) see you yaa di next and story trip :)
 
Salam Lestari T R I F - Adventure #indonesiaituindahteman #neverstopexploring #BETAIndonesia

Wisata Budaya "Tanah 1001 Larangan, Jelajah Baduy Dalam" (Travelling 3)


Apa si Suku Baduy ? Apa bagusnya kalo kami berkunjung ke sana ? Kayanya sama sekali tidak menarik perhatian.

Itu adalah yang ada di di dalam fikiran kami, sebelum tahu banyak mengenai "Wisata Suku Baduy".
 
                                                                            ***

Open Trip T R I F - Adventure kali ini meeting point hari sabtu pagi jam 07.00 WIB di St. Tanah Abang. Setelah semua peserta berkumpul, kita pasti saling salam perkenalan satu sama lain. Agar tidak canggung.
07.30 WIB kereta kita berangkat menuju Rangkas Bitung.
Sekitar pukul 10.00 WIB sampai lah kita di Rangkas Bitung.
Lalu melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Mini Bis ke Desa Ciboleger, sekitar jam 12.00 WIB kita sampai di Ciboleger.
Istirahat sebentar untuk makan siang lalu kita lanjutkan dengan berjalan kaki menuju Suku Baduy Dalam.

Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduy dalam.

Sebutan "Baduy" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau "orang Kanekes" sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo (Garna, 1993).

Sebagian peraturan yang dianut oleh suku Kanekes Dalam antara lain:
  • Tidak diperkenankan menggunakan kendaraan untuk sarana transportasi
  • Tidak diperkenankan menggunakan alas kaki
  • Pintu rumah harus menghadap ke utara/selatan (kecuali rumah sang Pu'un atau ketua adat)
  • Larangan menggunakan alat elektronik (teknologi)
  • Menggunakan kain berwarna hitam/putih sebagai pakaian yang ditenun dan dijahit sendiri serta tidak diperbolehkan menggunakan pakaian modern. Kelompok masyarakat kedua yang disebut panamping adalah mereka yang dikenal sebagai Kanekes Luar (Baduy Luar), yang tinggal di berbagai kampung yang tersebar mengelilingi wilayah Kanekes Dalam, seperti Cikadu, Kaduketuk, Kadukolot, Gajeboh, Cisagu, dan lain sebagainya. Masyarakat Kanekes Luar berciri khas mengenakan pakaian dan ikat kepala berwarna hitam.
Kanekes Luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Kanekes Dalam. Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkannya warga Kanekes Dalam ke Kanekes Luar:
  • Mereka telah melanggar adat masyarakat Kanekes Dalam.
  • Berkeinginan untuk keluar dari Kanekes Dalam
  • Menikah dengan anggota Kanekes Luar
Ciri-ciri masyarakat orang Kanekes Luar
  • Mereka telah mengenal teknologi, seperti peralatan elektronik.
  • Proses pembangunan rumah penduduk Kanekes Luar telah menggunakan alat-alat bantu, seperti gergaji, palu, paku, dll, yang sebelumnya dilarang oleh adat Kanekes Dalam.
  • Menggunakan pakaian adat dengan warna hitam atau biru tua (untuk laki-laki), yang menandakan bahwa mereka tidak suci. Kadang menggunakan pakaian modern seperti kaos oblong dan celana jeans.
  • Menggunakan peralatan rumah tangga modern, seperti kasur, bantal, piring & gelas kaca & plastik.
  • Mereka tinggal di luar wilayah Kanekes Dalam.
  • Sebagian di antara mereka telah terpengaruh dan berpindah agama menjadi seorang muslim dalam jumlah cukup signifikan.
Apabila Kanekes Dalam dan Kanekes Luar tinggal di wilayah Kanekes, maka "Kanekes Dangka" tinggal di luar wilayah Kanekes, dan pada saat ini tinggal 2 kampung yang tersisa, yaitu Padawaras (Cibengkung) dan Sirahdayeuh (Cihandam). Kampung Dangka tersebut berfungsi sebagai semacam buffer zone atas pengaruh dari luar (Permana, 2001).
 
 Pada saat di St. Tanah Abang
 
 
Sesampainya kami di St. Rangkas Bitung, sebagian kami ngemil bakso dulu, hihihi
 
 
 Okee, Persiapan menuju Desa Ciboleger
 
 
 Karena sampai di Ciboleger sudah memasuki jam makan siang, Team beristirahat untuk makan siang terlebih dahulu
 
 
Doa tak pernah lupa di setiap perjalanan
 
 
i'm Ready Wisata Budaya, Tanah 1001 Larangan "Jelajah Baduy Dalam"
Bismillah***
 
Selamat Datang Di Baduy
 

 
 Ada sekitar 3 / 4 jembatan yang kita lalui. Ini jembatan pertama
 


 
 Entah berapa bukit yang sudah kita lewati. Perjalanan ini mulai mengasikan, aku menyukainya
 
 
Pemandangan Luar Biasa. Alam yang sangat menakjubkan.
 
 
Budaya yang benar-benar membuat aku takjub. Penduduk yang sangat menghormati adat istiadat.
 
 
Perjalanan yang sangat berbeda. Tak bisa di bayangkan, kalo kalian belum mencobanya sendiri. Buat kali yang cinta mendaki gunung harus coba nih Jelajah Baduy Dalam.
 
Group Pertama sampai di Baduy dalam sekitar pukul 16.30 WIB. Lalu di susul group group berikutnya. bahkan ada juga yang sampai sekitar jam 7 malam. Dan itu termasuk Group aku. Bisa di bayangkan kan di tengah hutan tanpa ada penerangan sama sekali hanya ada headlamp dan senter yang membantu saya dan beberapa teman untuk sampai di Penginapan Baduy Dalam. Rasa takut, cemas, sedih, dan mau nangis rasanya semua campur aduk. Hanya bisa berdoa sepanjang jalan, semoga kami tidak salah mengambil jalan. Dan Puji Syukur kami tidak salah jalan dan bertemu dengan group lainnya di Baduy Dalam. Sungguh senang dan bahagia rasanya..
 
Sesampai di Baduy dalam, tamu tidak di perbolehkan untuk mengeluarkan barang elektronik (Hp, Camera) dan perlengkapan kimia (Sabun, Sampo, Dll). Sesampai di sana kamu bersih-bersih karena pada saat perjalanan kami di guyur hujan dan alhasil membuat kami semua basah, berkeringat sehingga badan menjadi lengket.
 
Berasa uda kaya bidadari turun dari Khayangan (Lebay) aku dan teman2 membersihkan diri di sungai, sungai jernih dan sangat membuat badan kami terasa segar walau tanpa sabun. Selesai itu kami makan malam,lalu bercengkrama dengan penduduk sekitar. Dan juga membeli beberapa cendramata pastinya. Sekedar buah tangan untuk kenangan. Dan Madu asli baduy tidak lupa juga (BUAT YANG DOYAN BELI SOUVENIR KALIAN HARUS SIAPKAN UANG BANYAK)
 
Pagi datang, kami semua mulai bersiap packing barang, lalu sarapan bersama beberapa penduduk sekitar sambil mengakrabkan diri. Mereka sungguh lucu dan menggemaskan. Tak bisa di ungkapkan, kalian harus coba sendiri.
 
Perjalanan pulang di mulai. Kami masih belum boleh mengeluarkan elektronik sampai melewati perbatasan. Dan setelah melewati perbatasan kami pun langsung bernarsis ria.
  
 
 
Huaaaa, kurang romantic apa coba si Om dan si Tante ini, Iriiii
 





Salah satu daya Tarik dari Wisata baduy adalah, jembatan akarnya.






 Ini Pakdeku, Pakde Idolaku, Inspiratorku
Dadi Wiryawan
 
Pakde membeli Topi lebar khas Suku Baduy Luar untuk buah tangan ke Yogyakarta
 
                                    








Ini Sahabat Baduy Kami :        Nama : Sapriyadi                    Status : Sudah Menikah             Anak  : 1 Cowo
 

 
 
  
 
 
Entah dari mana kamu berasal, Tujuan kita tetap 1, bendera kita 1, Putih Tulangku Merah Darah ku.
  
 
 
 Terima kasih Baduy, banyak cerita di sini. Pengalaman baru yang di dapatkan. Kami akan kembali lagi

Terima kasih :) see you yaa di next and story trip :)
 
Salam Lestari T R I F - Adventure #indonesiaituindahteman #neverstopexploring #BETAIndonesia

Minggu, 23 November 2014

Camping Pulau Sepa Kecil, Kepulauan Seribu, Indonesia (Travelling 2)

Kali ini T R I F - Adventure melakukan perjalanan camping di salah 1 di kepulauan kembali. Maklum untuk pantai kami semua masih penjelajah kepulauan seribu . Dan takkan pernah bosan pastinya untuk menjelajahi kepulauan ini. Tujuan utama kali sebenarnya ingin Camping di Pulau Tongkeng. Tetapi pada saat kami sampai di Pulau Tongkeng, tiba--tiba kami tidak mendapatkan ijin untuk camping di pulau tersebut. Al hasil kami semua ke bingungan, dan guide kami pun menyarankan kami untuk Camping di Pulau Sepa Kecil. Setiba kami di Pulau Sepa Kecil saya sedikit cemas di karenakan takut tidak mendapatkan ijin camping. Tetapi Syukur Alhamdulillah kami mendapatkan ijin di Pulau Sepa Kecil tersebut. Seperti biasa, kami semua bergegas untuk mendirikan tenda, makan siang, dan lain-lain agar dapat segera menikmati indahnya pemandangan bawah laut .
 
Pulau sepa terbagi menjadi 2 yaitu Pulau Sepa Besar dan Pulau Sepa Kecil. Antara Sepa Besar dan Sepa Kecil menyatu menjadi 1 pulau besar. Dan di pulau tersebut terdapat batasan dari batu-batuan, batas tersebut adalah batas antara Sepa Besar dan Sepa Kecil. Di Pulau Sepa Besar terdapat resort, sedangkan untuk Sepa Kecil biasa di gunakan untuk camping.
 
Pulau Sepa atau disebut juga Pulau Sepa Besar dan Pulau Sepa Barat[1] adalah salah satu pulau di gugusan Kepulauan Seribu. Secara administratif termasuk dalam wilayan Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Pulau ini dikelola oleh PT Sepa Paradise, dikenal sebagai pulau dengan pasir pantai berwarna putih,[2] bibir pantai langsung menjorok ke tengah laut, dan pantai yang belum diblok oleh tanggul pencegah abrasi.[2] Julukan untuk pulau ini adalah julukan "The Paradise for Diver in Jakarta".[3]
Pulau ini dijadikan tempat latihan menyelam bagi penyelam scuba pemula untuk mendapatkan sertifikat Open Water dari PADI.[4] Pulau yang jaraknya sekitar dua jam dari Pantai Marina ini terkenal sebagai tempat ideal untuk berenang, menyelam, snorkeling, atau memancing.[3] Di pulau ini tersedia fasilitas olahraga air dan penyewaan peralatan menyelam.
Pulau Sepa merupakan pusat penangkaran penyu sisik. Pulau ini tidak mempunyai sumber air tawar. Air yang tersedia di kamar mandi cottage adalah air payau.
 
Seperti biasa, meeting point di Muara Angke, lalu transit di Pulau Harapan, kemudian naik kapal pribadi menuju ke Pulau yang akan kita jadikan tempat camping.
 

  
Tenda oke, Nesting oke, Makanan oke, semuanya sudah lengkap. Lalu kita berangkat sekitar pukul 07.00 WIB menuju Pulau Harapan . Sekitar 3 jam, kita semua tiba di Pulau Harapan, lalu transit untuk ke pulau yang akan kita jadikan tempat camping.
 
 
 Sekitar Pukul 10.00 WIB tiba di Pulau Harapan. Istirahat sejenak, ada yang makan siang dan explore Pulau sebentar. Sambil menunggu kapal kami tiba.
 

 Perjalanan menuju Pulau yang akan kami jadikan tempat Camping
 
 
Saat sampai di 'Pulau Tongkeng', kita seneng banget karna dari kejauhan Pulaunya indah banget. Pulau kosong tanpa penghuni. Tetapi saat konfirmasi kamu mendapatkan info, bahwa penjaga pulau tersebut sedang pergi ke Jakarta. Sehinggi kita semua tidak di ijinkan untuk camping di pulau tersebut. Agak sedikit kecewa dan bingung kita semua akan ke Pulau apa. Dan akhirnya kita di alihkan untuk camping di 'Pulau Sepa Kecil'.

Pulau Sepa Kecil bersebelahan dengan Pulau Sepa Besar. Dari namanya pasti kita uda bisa bedain dong apa perbedaannya. Yup benar sekali, Sepa Kecil yaa agak kecil pulaunya, Sepa Besar yaa agak besar. Sebagai batas antara Sepa Kecil dan Sepa Besar ada bebatuan yang menjadi batasnya.

Pulau Sepa Kecil ga kalah indahnya. ada Dermaga panjang saat kapal menepi. Dermaganya berbentuk T. Spot snorkelingnya juga bagus. Buru-buru berkemas, makan siang. Lalu kita snorkeling. Itu dia yang kita tunggu-tunggu.
 
 
 Alhamdulillah, saling bantu kerja sama satu sama lain. Membuta pekerjaan lebih mudah. Kekompakan di butuhkan saat Trip seperti ini.
 
 
Santai sejenak setelah semua sudah rapih dan beres. Dan lanjut Snorkeling, spotnya di tengah laut loh
 

 Belum ready buat snorkeling semua kita nyebur duluan aja main di pantai, hhihihi
 

 

 Go to Kapal, kita snorkeling di tengah laut yey
Pemanasan dulu sebelum snorkeling, banyak pemula juga di sini, sekedar untuk tambah pengetahuan aja.
 

 
 

 

 Indahnya alam Indonesia ini, semoga tetap terjaga sampai akhir hayat yaa.
 
 
 

 

 

 Kita ada 2 Spot tempat snorkeling, dimananya gue lupa. hhehehe

Setelah puas snorkeling, kita lanjut bersih-bersih.
 
 

Seperti biasa, setiap abis snorkeling pasti mandinya di subur. Butuh extra kesabaran di sini, wkwk
 
 
Foto keluarga :)
Sore pun mulai berganti dengan malam. Dan sunset, ini dia yang di tunggu. Menikmati sunset sambil masak dengan kayu bakar untuk makan malam nanti.


 
 

 
 

 

 

Hari pun sudah mulai gelap, kita semua mulai sibuk dengan tugas masing2 untuk acara malam nanti. Masak, nyari kayu bakar, siangin ikan, dan segalanya .


 

Mari makan, namanya juga camping. Jangan harap makan enak yaa. Begini pun sudah cukup nikmat bagi kami. Kebersamaan, canda tawa, tanpa gengsi dan kesombongan kami semua membaur di sini. Ini keluarga untuk 2 hari ini :) Selesai makan, kita lanjut ngegame dan saling mengenal satu sama lain. Agar lebih dekat.
Tanpa di sadari dari kesederhanaan kita semua, kita semua merupaka orang-orang hebat 'opini'
 

 Ini si Rangga lagi ngasi pengarahan tentang games yang akan di mainin malam ini . Gamesnya nyebelin banget, ngocol, dan pokoknya ribet. Susaaaaah, otak ga nangkep. Ada 3 team di sini, dan team saya kalah :'(
 

 Ini dia nih para jurinya
 

 Ini team yang masuk ke granfinal
 
 

 Pemenang Pertama adalah Yanuuuu
 

 Pemenang Kedua adalah Bertaaaaa
Selamat yaa untuk kedua pemenang di jaga yaa kenang-kenangannya :) Terima kasih atas Partisipasinya

Selesai Games, acara bebas. Entah kalian mau tidur, modus, atau explore. Sebagian teman-teman memilih untuk pergi ke dermaga dan menikmati suasana di sana. Sambil bernyanyi pastinya.

 

 Mungkin mereka lelah, hhihihi
 

 

DONT LOOK MY FOOT ;'(
 

 

 

Namanya juga hidup, jalani syukuri nikmati. Semua orang punya masalah, dan semua orang dapat melewati masalah itu. 
Malam semakin larut, kita putuskan untuk kembali ke tenda untuk beritirahat.

 

Selamat pagi matahari alam bebas. Pagi ini masi acara bebas buat temen-temen. Explore Pulau Sepa Kecil pastinya. Sibuk masak dengan beberapa teman buat sarapan kita semua :') hhihi
 
 
 
 
 
 

 

Sebel sama ini orang, pada saat orang-orang masak. Dia malahan asik Explore pulau berdua doang sama Noval
 
 
 
 
 
 
 
 

Selesai Explore kita sarapan dulu, lalu lanjut packing :)


 
 
 
Bongkar-Bongkar tendangnya. Packing-Packing perlengkapannya
 

 Prepare pulang menuju kapal menuju Pulau Harapan






Ga lengkap rasanya kalo belum foto keluarga


TRIF Adventure 10 - 11 Maret 2014 "Camping Sepa Kecil"









Good Bye Alam Bebas, saya mencintaimu dengan segenap rasa di jiwa saya *lebay

Terima kasih :) see you yaa di next and story trip :)
 
Salam Lestari T R I F - Adventure #indonesiaituindahteman #neverstopexploring #BETAIndonesia